Riba! Merugikan Orang Lain, Menyakiti Diri Sendiri di Dunia Hingga Akhirat

Pengertian Riba secara bahasa berarti tambahan, berkembang atau melipatgandakan. Sedangkan riba menurut istilah berarti melipatgandakan harta yang ditetapkan kepada pihak yang berhutang sebab tempo pengembalian atau penundaan pembayaran hutang .

Dengan kata lain, riba berarti melebihkan jumlah pengembalian dari pokok pinjaman seharusnya yang diberikan kepada peminjam dengan menetapkan beban bunga dalam presentase tertentu.

pengertian riba-Konsultasi Syariah
Photo Credit : Konsultasi Syariah

Transaksi riba sangat diharamkan oleh Allah Swt, hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam surat Al Baqarah ayat 275 yang artinya “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. 

Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. 

Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

 

Jenis-jenis riba yang harus dihindari dan dijauhi sekarang juga!

1. Riba Fadhl

pengertian riba-Abul Jauza
Photo Credit : Abul Jauza

Riba Fadhl adalah transaksi penukaran barang sejenis tetapi beda kualitas dan kuantitasnya. Hal ini dapat disebut riba karena akan merugikan salah satu pihak yang memperoleh kualitas dan jumlah yang berbeda dengan barang yang ditukarkannya.

Misalnya, si A akan menukarkan 2 Kg beras yang bagus kepada si B dengan 3 Kg beras yang sudah berkutu. Contoh tersebut merupakan salah satu praktek riba yang diharamkan Allah Swt. Karena bagaimanapun, penukaran yang seharusnya dilakukan adalah penukaran sejenis dengan kualitas yang sama.

2. Riba Qardh

pengertian riba-Top Media
Photo Credit : Top Media

Riba Qardh adalah tambahan pengembalian dari jumlah pokok pinjaman yang disyaratkan oleh pemberi pinjaman. Sehingga pada saat jatuh tempo waktu pembayaran hutang, pihak peminjam akan memberikan uang pokok pinjaman ditambah dengan tambahan yang sudah disyaratkan oleh pemberi pinjaman.

Misalnya, si A memberikan hutang kepada si B sebesar Rp 1 juta, berdasarkan kesepakatan keduanya, uang tersebut harus dikembalikan dalam jangka waktu 1 bulan dengan syarat pengembalian menambah Rp 500 ribu. Padahal, penambahan jumlah pembayaran ini tidak jelas untuk apa.

3. Riba Yad

pengertian riba-Tribun Jual Beli
Photo Credit : Tribun Jual Beli

Riba Yad adalah transaksi yang tidak menegaskan harga pembayaran apabila transaksi dilakukan dengan penyerahan langsung (tunai) atau secara tunda (kredit). Hal ini bisa disebut dengan riba dikarena kedua belah pihak yang bertransaksi tidak menyepakati untuk memilih satu harga sampai keduanya berpisah.

Misalnya, si A akan membeli mobil kepada si B dengan dua skema pembayaran yang ditawarkannya, jika si A memilih secara cash makan dia harus membayar sejumlah Rp 200 juta. 

Sedangkan apabila si A menentukan untuk membeli mobil dengan cara kredit, maka si A harus membayar cicilannya sejumlah Rp 250 juta.  Yang membuat transaksi ini menjadi riba apabila keduanya tidak saling menyepakati harga atau memilih salah satu harga sampai akhirnya keduanya berpisah.

4. Riba Nasiah

pengertian riba-kontan
Photo Credit : Kontan

Riba Nasiah adalah transaksi jual beli atau pertukaran dua jenis barang yang tidak sama yang dilakukan secara hutang dengan penangguhan penyerahan barang atau pembayaran yang tertunda atau diundur.

Misalnya, si A memberikan pinjaman uang kepada si B sebesar Rp 500 ribu dan harus mengembalikan uang tersebut dalam jangka waktu satu bulan. Apabila si B tidak bisa membayar hutang tersebut sampai saat jatuh tempo itu tiba, maka si B harus membayar sebesar Rp 200 ribu. Jadi, total uang yang harus dikembalikan oleh si B adalah Rp 700 ribu.

Sebagai muslim yang bertakwa tentu akan dengan senang hati menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala hal yang dilarang-Nya. Oleh karena itu, riba yang merupakan salah satu hal yang diharamkan oleh Allah Swt, benar-benar harus dipatuhi untuk dijauhi dan ditinggalkan.

Jika Anda sebagai hamba berani melakukan larangan yang sudah ditetapkan, maka Allah pun akan memberikan balasan berbentuk azab atau dosa yang harus ditanggung. Begitu juga dengan dosa riba yang akan menjadi tanggungan bagi siapa saja yang berani melakukannya.

Nabi Saw bersabda yang artinya dari Jabir Radhiyallahuanhu, dia berkata, “Rasulullah Saw melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, penulisnya dan dua saksinya”, dan Beliau bersabda, “Mereka itu sama.” [HR. Muslim, no. 4177]

Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Bukhori menjelaskan tentang bagaimana keadaan para pemakan riba di neraka yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw saat beliau mengunjungi neraka, beliau melihat orang-orang yang berenang di dalam sungai merah seperti darah dan ada juga yang sedang mengumpulkan batu. Kemudian orang-orang yang berenang akan mendekati orang yang membawa batu dan membuka mulutnya untuk disuapi batu kemudian berenang menjauh, ketika mendekat lagi maka dia akan kembali disuapi batu. Adapun orang yang datang dan berenang di sungai lalu disuapi batu, itulah pemakan riba.” (HR Bukhari, no 7047)

Riwayat Ibnu Majah mengatakan bahwa dosa paling ringan adalah seperti menzinai ibu kandungnya sendiri. Bisa Anda bayangkan, dosa paling kecil dari melakukan riba merupakan salah satu hal yang paling buruk jika hal itu benar-benar dilakukan dalam kehidupan nyata.

Masih banyak sekali dosa yang akan Allah timpakan kepada pemakan riba yang tentunya lebih dahsyat, bahkan mampu mendatangkan murka Allah untuk menurunkan azab-Nya yang pedih kepada suatu negeri, jika di dalam negeri tersebut benar-benar telah menganggap remeh riba.

Lalu, bagaimana caranya agar terhindar dari riba dan dosa-dosanya?

pengertian riba-Hello Doctor
Photo Credit : Hello Doctor

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk terhidar dari transaksi riba, seperti menggunakan transaksi dengan barang halal dan cara yang halal, menggunakan akad-akad yang diperbolehkan menurut islam, seperti akad jual beli dan hutang piutang.

Misalnya, jika Anda ingin sekali berinvestasi untuk memiliki barang yang diinvestasikan, maka cara perolehan barangnya pun harus sesuai dengan aturan yang Allah tetapkan atau sesuai dengan syariat islam. 

Karena di zaman sekarang, sudah banyak sekali investasi yang bisa dilakukan secara syariah, seperti investasi kavling produktif yang dipersembahkan oleh PT Alif Property and Land.

Baca juga: Informasi Peluang Bisnis dan Produk Properti Syariah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kontak Kami

Cimanggu Bharata
Jl. Bharata Pura Kedung Badak, Tanah Sareal

Telp : 0812 1166 8665

Kategori

  • Home
  • Produk
  • Kontak kami

Lainnya

  • Artikel
  • Discussions
  • Help Center

Copyright 2019 InfoProdukBaru.com