5 Tips Investasi Syariah Menguntungkan Untuk Pemula Dengan Modal Kecil

Sebagai investor pemula, hal yang perlu Anda perhatikan adalah mencari investasi yang rendah resiko dan mudah dilakukan sesuai dengan kemampuan Anda. 

Pahami dulu apa itu investasi syariah dan jangan lupa simak tips-tips investasinya!

investasi-syariah
Photo Credit : Relianceku

Investasi syariah adalah penanaman modal pada sektor keuangan dan sektor riil yang bisa dilakukan dengan jangka pendek ataupun jangka panjang sesuai dengan pedoman dan aturan syariat islam agar hasil dari investasi ini bisa menguntungkan semua pihak yang berinvestasi dengan tingkat return yang halal dan adil tanpa tercampur dengan unsur riba, gharar dan maysir.

1. Jangan pernah ragu untuk memulai berinvestasi

investasi-syariah
Photo Credit : Integrasi Edukasi

Pada umumnya, setiap orang akan merasa ragu atau tidak mantap melakukan investasi. Mungkin saja karena menganggap tidak ada pengalaman sebelumnya, hingga tidak yakin dengan hasil yang akan didapatkan nanti.

Meskipun Anda sudah mengetahui tentang teori berinvestasi, tetap saja hasilnya akan terbukti jika Anda mau mempraktekannya.

Karena dengan berinvestasi, Anda bisa mendapatkan penghasilan pasif yang bisa membantu Anda untuk mendapatkan kunci hidup untuk mencapai kebebasan finansial.

Nah, saat akan memulai investasi, Anda harus percaya bahwa Anda bisa melakukannya dan yakin bahwa hasil yang Anda dapatkan akan memuaskan jika Anda melakukannya dengan usaha yang maksimal.

Baca juga: 6 Alasan Kenapa Bisnis Properti Sangat di Minati dan Menjanjikan

2. Pilih jenis investasi yang Anda butuhkan

investasi-syariah
Photo Credit : Saham Indonesia

Sebelum memulai investasi, Anda juga harus terlebih dahulu memutuskan tujuan Anda berinvestasi. Apakah Anda berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu dekat (Investasi Jangka Pendek) atau Anda ingin menikmati hasil keuntungannya sebagai bekal Anda di hari tua (Investasi Jangka Panjang).

Perlu diingat, bahwa kedua jenis investasi tersebut sama-sama memiliki tingkat resiko yang berbeda. Jika Anda memutuskan untuk berinvestasi jangka pendek, misalnya dengan saham yang tingkat resikonya tinggi sedangkan Anda belum ada pengalaman atau bekal untuk melakukan investasi saham ini, sebaiknya jangan dilakukan.

Lain halnya dengan investasi jangka panjang, seperti berinvestasi properti syariah. Anda bisa melakukan investasi dengan menggunakan tanah kavling atau pun rumah. Jika Anda menginginkan keuntungan yang lebih, disarankan untuk Anda agar memilih investasi ini.

Selain mendapatkan keuntungan yang tidak disangka-sangka di tahun yang akan datang, Anda juga bisa mendatangkan pendapatan dimulai dari saat Anda membeli properti tersebut.

Misalnya dengan menyewakan rumah Anda sebagai tempat bermalam karena lokasinya dekat dengan tempat rekreasi atau pun menjadikannya kos karena letaknya yang dekat dengan pusat pendidikan hingga perkantoran.

Jika Anda berinvestasi menggunakan tanah kavling, Anda bisa menambah nilai jualnya dengan menjadikannya kebun yang bisa Anda tanami dengan berbagai jenis tanaman yang berbunga dan komersial, misalnya mawar.

Apalagi jika kebun mawar yang Anda investasikan mempunyai potensi yang menjanjikan karena permintaan bunga mawar yang banyak tetapi jumlah produksinya masih sedikit karena bunga mawar yang dipanen tidak mampu mencukupi permintaan.

Bisa Anda bayangkan, berapa keuntungan yang akan Anda dapatkan ketika Anda memulai berinvestasi bunga mawar dengan kondisi permintaan dan hasil produksi yang tidak bisa menutupi permintaan pasar?

3. Investasi modal kecil dengan mengalokasikan uang

investasi-syariah
Photo Credit : Saham Indonesia

Anda tertarik berinvestasi menggunakan saham? Tentu saja harus ada sejumlah uang yang harus dibayar terlebih dahulu untuk membeli saham tersebut dan Anda harus sering mengamati naik turunnya harga saham di setiap waktu, karena jika lewat semenit saja padahal harga saham saat itu sedang naik dan Anda tidak menjualnya, Anda pun tidak jadi mendapatkan untung.

Saat berinvestasi menggunakan saham, Anda juga harus tahu jika resiko investasi ini sangat tinggi karena sangat dipengaruhi oleh hal-hal kecil yang dialami oleh sebuah negara.

Misalnya, Anda berinvestasi di perusahaan A yang kegiatan utamanya adalah produksi barang. Saat Anda beli saham perusahaan tersebut, nilai keuntungan dari penjualan perusahaan sedang dalam masa subur atau untung.

Namun, berbeda cerita jika setelah sebulan Anda membeli saham tersebut dan tiba-tiba saja muncul perusahaan sejenis yang menjadi kompetitor dan langsung membuat perusahaan A rugi karena pelanggannya lebih tertarik dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan baru yang dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.

Lain halnya jika Anda memilih berinvestasi menggunakan properti, Anda bisa membelinya secara kredit dan membayar cicilannya sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Hasil keuntungan dari berinvestasi properti pun tidak akan turun di bawah harga beli properti Anda meskipun situasi dan keadaan negara seperti laju pertumbuhan ekonomi dapat mempengaruhi naik turunnya harga.

4. Memisahkan rekening

investasi-syariah
Photo Credit : Qazwa

Jangan menyatukan rekening investasi dengan rekening pribadi Anda yang bisa membuat Anda bingung karena uang yang seharusnya digunakan untuk berinvestasi malah terpakai untuk membiayai kebutuhan hidup Anda. Atau malah sebaliknya, dana yang seharusnya Anda gunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup amalh terus menerus dipakai untuk perkembangan investasi.

Selain mempermudah Anda dalam berinvestasi, memisahkan rekening juga dapat memberikan keuntungan untuk Anda, seperti bisa lebih memaksimalkan dana yang berada di rekening investasi untuk menambah jumlah instrumen investasi yang lain.

Anda juga bisa menganalisa jumlah uang yang masuk atau berapa penghasilan Anda dan mengetahui dari mana sumber penghasilan tersebut. Serta memudahkan Anda untuk mengetahui rekening koran atau laporan keuangan Anda agar Anda bisa mengetahui kemana uang Anda keluar dan untuk apa.

Dengan memisahkan rekening usaha dengan rekening pribadi, Anda bisa lebih bijak dalam pengambilan keputusan untuk investasi karena memiliki data yang akurat mengenai posisi keuangan Anda.

5. Mencari instrumen yang sesuai dengan budget Anda

investasi-syariah
Photo Credit : Integrasi Edukasi

Ada banyak sekali instrumen investasi syariah yang bisa Anda gunakan untuk berinvestasi, seperti saham syariah, obligasi syariah, deposito syariah, reksadana syariah hingga properti syariah.

Meskipun Anda masih pemula, Anda bisa langsung melakukan investasi di bidang properti syariah. Anda hanya perlu mengetahui tentang lokasi properti yang Anda beli dan bagaimana kemungkinan untung yang akan dihasilkan dengan berinvestasi properti syariah.

Properti syariah merupakan salah satu investasi yang rendah resiko untuk mengalami penurunan nilai. Meskipun harga properti yang Anda miliki mengalami penurunan nilai di kemudian hari, Anda bisa menambah nilai jualnya dengan merenovasi rumahnya atau menanam buah-buahan di tanah kosong Anda.

Cara mendapatkannya pun dapat dilakukan dengan sistem kredit yang bisa Anda sesuaikan dengan keinginan dan kemampuan finansial Anda.

Dengan investasi properti syariah, meskipun modal yang Anda pakai hanya sedikit atau diinvestasikan sedikit demi sedikit secara bertahap. Keuntungan yang akan Anda dapatkan bisa membuat Anda untung berkali-kali lipat di kemudian hari. Harganya pun akan menemui titik penawaran yang tinggi apabila Anda mau menambahkan nilai jualnya.

Dengan 5 tips yang sudah disebutkan dan dijelaskan di atas, apakah Anda sudah memutuskan untuk melakukan investasi syariah di instrumen apa?

Ingat! Keputusan berada di tangan Anda, tetapi keuntungan terbesar ada di properti syariah.

Baca juga: 10 Ide Bisnis Sampingan Modal Kecil Menguntungkan Ini Wajib Anda Coba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kontak Kami

Cimanggu Bharata
Jl. Bharata Pura Kedung Badak, Tanah Sareal

Telp : 0812 1166 8665

Kategori

  • Home
  • Produk
  • Kontak kami

Lainnya

  • Artikel
  • Discussions
  • Help Center

Copyright 2019 InfoProdukBaru.com